Monday, March 4, 2013

Sebuah Sistem Evaluasi Guru


Sebuah Sistem Evaluasi Guru
Oleh: Samsul Maarif

Sebagian besar pendidik akan mengatakan bahwa pembelajran dan pengajaran yang efektif akan berpengaruh positif bagi kemajuan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa. Tapi bagaimana kita mengidentifikasikan guru yang telah melakukan pembelajaran yang efektif? Tentunya menjadi pekerjaan rumah yang amat besar bagi pemerintah.

Sudah banyak yang dilakukan pemerintah dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dalam pengajaran. Masih ingat kita adanya kegiatan sertifikasi guru yang merupakan kegiatan remunerasi bagi para guru dalam hal pendapatan sehingga kesejahteraan gurupun meningkat. Hal tersebut diharapkan adanya peningkatan pendapatan hendaknya berbanding lurus dengan peningkatan kompetensi guru. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana evaluasi dari hasi sertifikasi guru? Apakah maksud yang baik dari pemerintah untuk meningkatkan kompetensi guru dengan meningkatkan kesejahteraan sudah tercapai? Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin masih jauh dari kata memuaskan.

Saya mengambil salah satu indikator dalam kegiatan PLPG dalam sertifikasi guru yaitu bagaimana seorang guru harus mamapu melakukan Peneletian Tindakan Kelas (PTK). Dalam sebuah pelatihan pembuatan PTK dimana saya menjadi salah satu instruktur masih banyak ditemukan guru-guru yang belum sepenuhnya memahami tentang PTK. Seharusnya indikator ini sudah terpenuhi apabila guru sudah bersertifikasi. Tapi, kenyataanya guru masih harus belajar lebih giat lagi untuk memahami tentang penyusunan PTK. Mungkin ini satu dari indikator saja yang saya amati, bagaimana dengan indikator-indikator yang lain apakah sudah terpenuhi.

Pengajaran bagaimanapun adalah kegiatan yang sangat kompleks yang memerlukan banyak ketrampilan. Sebuah formula statistika yang didasarkan nilai tes mungkin lebih objektif untuk mengevaluasi apakah seorang guru sudah layak sebagai guru yang sudah tersertifikasi. Akan tetapi, banyak faktor yang mempengaruhi sebagai guru profesional. Sehingga, diperlukan sistem evaluasi yang tepat untuk menjaga terciptanya kompetensi guru yang diharapkan.

Berikut adalah beberapa sistem evaluasi yang baik yang diutarakan oleh United Federation of Theachers, meliputi:

1.      Memajukan visi bersama tentang apa yang tampak seperti mengajar yang baik dengan menyediakan standar pengajaran profesional

Visi dari pemerintah untuk memajukan pendidikan dengan guru yang profesional didalamnya sudah cukup bagus. Standar pengajaran yang baik akan menghasilkan praktek mengajar yang baik dari para guru yang mau mempelajari dan meluangkan waktunya memperdalam cara-cara pembelajaran yang efektif. Standar pengajaran profesional fokus pada banyak aspek mengajar seperti kemampuan guru untuk melibatkan para siswa, pengetahuan guru sesuai bidang ilmunya masing-masing dan kemampuan guru untuk menciptakan lingkungan yang efektif untuk belajar.

2.      Menyediakan kegiatan untuk mendukung dan meningkatkan keterampilan dari semua guru

Kegiatan pelatiahan yang berkesinambungan harus menjadi prioritas pemerintah. Pemerintah harus menyediakan berbagai ruang kegiatan untuk meningkatkan kualitas pengajaran bagi guru. Sehingga, tidak terhenti pada saat kegiatan sertifikasi saja akan tetapi kegiatan-kegiatan yang bernuansa peningkatan kompetensi guru harus terus digalakan. 

Guru sebagai objek standar pengajaran juga harus memiliki kemauan untuk maju. Jika ruang pengembangan kompetensi guru terbuka lebar, akan tetapi kemauan para guru untuk maju rendah hal itu tidak akan ada artinya. Jadi, guru tidak pernah berhenti belajar. Evaluasi harus membantu mereka bergerak maju secara profesional, meningkatkan praktek mengajar mereka, mendorong refleksi diri dan penetapan tujuan, dan menunjuk jalan menuju kesempatan pengembangan profesional. Kegiatan pengemabngan juga harus mencakup akses ke penelitian terbaru dan kesempatan untuk berbagi pengetahuan. Semua ini berada di jantung dari pengajaran yang baik.

3.      Sertakan beberapa ukuran

Sebuah evaluasi yang adil harus mencakup beberapa ukuran seperti ahli, terlatih pada pengajaran di kelas berbasis pengamatan oleh evaluator dalam jangka waktu yang lama, ukuran yang bervariasi dari kineja guru, termasuuk proyek dan berbasis kinerja penilaian.

4.      Sertakan sebuah mekanisme dimana sistem dapat dipantau dan kemudian direvisi

Suatu perencanaan pasti ada titik kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, evaluasi secara mendasar tenatang kegiatan peningkatan kualitas guru harus sering dilakukan oleh pemegang kebijakan. Jangan sampai evaluasi hanya memfokuskan dari segi anggaran saja sedangkan esensi dari peningkatan guru tidak tersentuh sama sekali. Jika ada kekurangan hendakanya pemerintah secara tanggap untuk mengadakan revisi dengan perencanaan kegiatan yang bisa mengcover kekurangan kegiatan-kegiatan sebelumnya. Kiaka itu dilakukan secara benar dan tepat tujuan yang telah ditetapakan dengan standar-standar yang sudah dituliskan dapat tercapai.

 
Daftar Pustaka
UFT. http://www.uft.org/teaching/hot-topics/teacher-evaluation.   diakses pukul 17:08, 4-3-2013



Temukan Tulisan Terkait:

"Analogi pada Geometri
"Analogi Matematis #1"
"Matematika Sebagai Salah Satu Faktor Pembangun Kar..."






No comments:

Post a Comment

Mohon komentarnya....!

Pendidikan

Analisis Data Statistik dengan SPSS


Tinggalkan Pesan dan Kesan Anda di Buku Tamu

Komentar Terbaru