Sunday, January 20, 2013

Uji Heteroskedastisitas dengan SPSS (Uji Asumsi Klasik)



Misalakan terdapat data Kemampuan Mengelola Stres Belajar (X) sebagai variabel bebas dan Motivasi belajar siswa (Y) sebagai variabel terikat.

No.
X
Y
1
72
25
2
75
26
3
78
26
4
78
26
5
78
24
6
82
26
7
82
24
8
82
25
9
82
25
10
82
25
11
84
26
12
84
27
13
84
26
14
86
25
15
87
26


Sebelum melakukan analisis regresi linier sederhana terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat atau yang sering disebut dengan “uji asumsi klasik” yang meliputi uji normalitas regresi, uji multikolinieritas, uji hetroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Berikut akan diterangkan uji hetroskedastisitas.




 Uji Heteroskedastisitas


 Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamataan ke pengamatan yang lain tetap, atau disebut homoskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas, tidak heteroskedastisitas.

Salah satu cara untuk mendeteksi heteroskedastisitas adalah dengan melihat grafik scatter plot antara lain prediksi variable terikat (ZPREID) dengan residualnya (SRESID). Jika ada titik pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit) maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2006).

Berikut langkah-langkah pengujiannya:
a.       Kopikan data di atas pada lembar kerja SPSS, komudian pilih Variabel View. Pada kolom Name beri nama variabel 1 dengan “X” dan variabel 2 dengan nama “Y”. Pada kolom Label, beri label variabel 1 dengan “Kemampuan Mengelola Stres Belajar” dan variabel 2 dengan nama “Motivasi Belajar”.





b.      Kembali ke Data View, pilih Analize > Regression > Liniear> Ok.



c.       Masukan variabel X pada kotak Independet (s) dan variabel Y pada kotak Dependet.




d.      Pilih Plot masukan *sresid ke kotak Y dan *zpred ke kotak X, kemudian klik Continue
 



e.       Kemudian klik Ok untuk melihat hasilnya.



f.       Dilihat dari gambar tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.



Oleh: Samsul Maarif


Daftar Pustaka
  
Ghozali, Imam, 2006, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Cetakan Keempat, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang



Temukan tulisan terkait:

"
Statistik Diskriptif dengan SPSS"


3 comments:

  1. Anda Kebingungan Dan Kesulitan Menyelesaikan Skripsi, Tesis, Disertasi
    Karena Pusing Mikirin Olah Data Analisis Statistika Dengan SPSS, AMOS
    LISREL, EVIEWS, SMARTPLS, DEA
    Serahkan Dan Percaya Kepada Kami.
    Kami Siap Bantu Anda.
    Olah Data Semarang (Timbul Widodo)
    WA : +62 852-2774-6673
    IG : olahdatasemarang

    ReplyDelete
  2. Anda Kebingungan Dan Kesulitan Menyelesaikan Skripsi, Tesis, Disertasi
    Karena Pusing Mikirin Olah Data Analisis Statistika Dengan SPSS, AMOS
    LISREL, EVIEWS, SMARTPLS, DEA
    Serahkan Dan Percaya Kepada Kami.
    Kami Siap Bantu Anda.
    Olah Data Semarang (Timbul Widodo)
    WA : +62 852-2774-6673
    IG : olahdatasemarang

    ReplyDelete
  3. Anda Kebingungan Dan Kesulitan Menyelesaikan Skripsi, Tesis, Disertasi
    Karena Pusing Mikirin Olah Data Analisis Statistika Dengan SPSS, AMOS
    LISREL, EVIEWS, SMARTPLS, DEA
    Serahkan Dan Percaya Kepada Kami.
    Kami Siap Bantu Anda.
    Olah Data Semarang (Timbul Widodo)
    WA : +62 852-2774-6673
    IG : olahdatasemarang

    ReplyDelete

Mohon komentarnya....!

Pendidikan

Analisis Data Statistik dengan SPSS


Tinggalkan Pesan dan Kesan Anda di Buku Tamu

Komentar Terbaru