Friday, May 10, 2013

Regresi Linier Sederhana dengan SPSS


Regresi Linier Sederhana dengan SPSS

Misalakan terdapat data Kemampuan Mengelola Stres Belajar (X) sebagai variabel bebas dan Motivasi belajar siswa (Y) sebagai variabel terikat. Berikut datanya:


No.
X
Y
1
72
25
2
75
26
3
78
26
4
78
26
5
78
24
6
82
26
7
82
24
8
82
25
9
82
25
10
82
25
11
84
26
12
84
27
13
84
26
14
86
25
15
87
26

Sebelum melakukan analisis regresi linier sederhana terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat atau yang sering disebut dengan “uji asumsi klasik” yang meliputi uji normalitas regresi, uji multikolinier, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi yang sudah diterangkan pada tulisan-tulisan sebelumnya. Berikut langkah-langkah pengujiannya:

a.       Kopikan data di atas pada lembar kerja SPSS, komudian pilih Variabel View. Pada kolom Name beri nama variabel 1 dengan “X” dan variabel 2 dengan nama “Y”. Pada kolom Label, beri label variabel 1 dengan “Kemampuan Mengelola Stres Belajar” dan variabel 2 dengan nama “Motivasi Belajar”.




b.      Kembali ke Data View, pilih Analize > Regression > Liniear> Ok.





c.       Masukan variabel X pada kotak Independet (s) dan variabel Y pada kotak Dependet. Kemudian klik Ok

  
d.      Berikut hasil outputnya:


Rata-rata motivasi belajar siswa adalah 25,4667 dan kemampuan mengelola stress belajar siswa adalah 81,0667





Korelasi antara motivasi belajar siswa dan kemampuan mengelola stress belajar siswa ternyata kurang siqnifikan (>0,05) jadi korelasi antara kedua variabel rendah yaitu 0,263.
Standard error estimasi sebesar 0,8515, bandingkan dengan dengan standard deviasi motivasi belajar yaitu 0,8331 pada tabel output pertama. Karena Standard error estimasi lebih besar dari standard deviasi, maka model regresi ini tidak bertindak sebagai predictor untuk motivasi belajar belajar siswa.



Dari tabel Anova, terlihat bahwa F hitung yang diperoleh adalah 0,423 dengan signifikansi 0,526 > 0,05 yang artinya model regresi tidak dapat dipakai untuk memprediksi variabel motivasi belajar belajar.


Tabel diatas menunjukan persamaan regresi Y=22,547+0.036x. Untuk menguji signifikansi konstanta kita dapat melihat hasil dari uji t. Terlihat bahwa kemampuan mengelola stress belajar adalah sebesar 0,526 > 0,05 yang artinya bahwa kemampuan mengelola stress belajar tidak berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi belajar siswa.


Oleh: Samsul Maarif

Daftar Pustaka

Ghozali, Imam, 2006, AplikasiAnalisis Multivariate dengan Program SPSS, CetakanKeempat, BadanPenerbitUniversitasDiponegoro, Semarang


Temukan tulisan terkait:

"
Statistik Diskriptif dengan SPSS"

No comments:

Post a Comment

Mohon komentarnya....!





Tinggalkan Pesan dan Kesan Anda di Buku Tamu

Google+ Followers